Oleh: sunarac | Agustus 8, 2011

Membuat kabel VGA menggunakan kabel UTP cat 5e

Berawal dari kebutuhan akan seringnya penggunaan projector yang membutuhkan kabel panjang, dan keterbatasan dalam hal financial untuk membeli kabel yang bisa dibilang lumayan mahal maka project pembuatan kabel perpanjangan VGA menggunakan kabel UTP dimulai.

Sebelum mengimplementasikan project ini tentu saja bertanya juga dengan simbah ( google ) menggunakan fasilitas dari sekolah yang memang free hotsupot. Pertanyaan ke simbah tentu saja berkaitan dengan bagaimana membuat kabel perpanjangan VGA menggunakan kabel UTP dan ternyata memang tokan cer tenan ( jos gandos ); Banyak rekan-rekan baik di Negara kita maupun di Negara tetangga yang sudah mengimplementasikan hal ini dan berhasil.

Ide dasar untuk membuat kabel perpanjangan ini dapat terwujud karena memang disekitar lingkungan sekolah banyak terdapat kabel UTP yang tidak terpakai dan beberapa kartu jaringan ( lan card ) yang sudah tidak terpakai juga karena rusak terkena sambaran petir. Tinggal mencari konektor db-15 female yang memang belum ada.

Untuk pembuatan tentu saja memerlukan alat dan bahan sebagai berikut :

  1. Dua buah konektor RJ-45 ( dalam hal ini diambil dari kartu jaringan yang sudah rusak dan tinggal dipotong saja )
  2. Dua buah konektor db-15 female ( @ Rp. 5500,- )
  3. Kabel straight UTP cat 5e komplit dengan konektor. ( tinggal pakai :D )
  4. Lem bakar ( untuk melindungi hasil solderan kabel agar tidak mudah putus ) ( @ Rp. 800,- )
  5. Gergaji,
  6. Bor,
  7. Solder, attractor dan timah.

Langkah awal membuat tempat yang akan dipakai untuk memasang ke dua bahan ( konektor RJ-45 dan db-15 female ). Tempat PCB yang aku gunakan yaitu memanfaatkan dari potongan sisa kartu jaringan.

Kemudian buang komponen yang tidak perlu dan selanjutnya memasang db-15 disebelah konektor RJ-45 kemudian disolder antar pin-pin yang diperlukan, dan satu hal yang penting yaitu untuk memotong line jalur yang ada dibawah konektor RJ-45

Untuk Pinout antara VGA dengan Konektor RJ-45  sebagai berikut :

Pin Signal VGA                                                   UTP & Konektor Pin :

1 Red analog                                                       2 orange
2 Green analog                                                   6 green
3 Blue analog                                                      4 blue
4 Not connected
5 Ground
6 Ground analog                                                 1 orange white
7 Ground analog                                                 3 green white
8 Ground analog                                                 5 blue white
9 +5 VDC
10 Ground
11 Monitor detect
12 DDC 2B data
13 Horizontal sync                                             7 brown
14 Vertical sync                                                 8 brown white
15 DDC 2B clock

Hasil kereaktifnya sebagai berikut :

Sources en Inspiration :
http://www.elephantstaircase.com
http://www.myhometheater.homestead.com/vgacable.html

Alhamdulillah, setelah berkali-kali salah diagnosa akhirnya selesai juga satu masalah yang mungkin jarang aku temui; dan memang ini yang pertama aku temui semenjak menjadi tukang serpis komputer.

Komputer bermasalah ini adalah limpahan dari salah seorang teman yang sudah pusing bin mumet karena sudah berhari-hari menangani komputer ini akan tetapi belum menemukan solusinya. Dia bercerita kalo sudah melakukan proses installasi sistem operasi yang baru, akan tetapi ditengah jalan komputer tiba-tiba seperti kehilangan daya dan mati sendiri secara misterius.

Dia juga sudah mencoba mereparasi / merepair hard disk dengan salah satu tools andalannya, akan tetapi masalah tersebut juga masih muncul. Dan pada akhirnya sampailah juga komputer bermasalah ini ke tanganku.

Komputer yang bermasalah kali ini menggunakan motherboard yang sebetulnya sudah dikenal orang yaitu Abit dan berprocessor AMD.

Sebetulnya bukan masalah motherboard ataupun processor ini yang membuat masalah ini muncul, tapi lebih banyak karena faktor usia dan penggunaan yang terus menerus, sehingga beban kerja dari komputer yang bersangkutan sangat tinggi; dan akhirnya muncul kerusakan itu.

Diagnosa untuk yang pertama kali beberapa saat setelah komputer nyala, dan kemudian akan memasuki kedalam sistem operasi Microsoft windows ( masih dalam proses loading ); tiba-tiba komputer langsung padam. Kedua dan ketiga kali dicoba diulang proses ini akan tetapi tetap saja komputer tidak mau masuk kedalam sistem operasi yang bersangkutan.

Hmmmm… ( pasti operating sistemnya sudah error nih, kena pirus barang kali. ). Langsung saja ambil tindakan medis dengan menginstall dengan sistem operasi yang sama, akan tetapi belum selesai proses installasi tiba-tiba komputer mati sendiri ( sama seperti temanku bilang “Belum selesai diinstall, langsung komputernya mati” ).

Berarti bukan salah sistem operasi ataupun terkena pirus nih. pasti sebab yang lain. Result HardDisk Aman ( akan tetapi tetap harus diinstall ulang karena saat installasi sebelumnya belum selesai :( )

Diagnosa kedua Hmmmm…. ( barangkali PSU nya sudah error ). Coba diganti dengan PSU yang lain. Lha kok yo tetap sama saja. ga’ ada efeknya. ( Tetep komputernya mati ). Result : PSU aman. Pasang PSU yang lama lagi.. :)

Diagnosa ketiga.. kemungkinan processor-nya yang panas karena kipasnya tidak hidup. ( akan tetapi saat dicek ternyata kipas masih dalam kondisi normal ). Result : Kipas & Procc Aman

Dicoba dengan melepas semua device yang berhubungan dengan mainbord, spt harddisk, lan card, dan lain-lain; dan kemudian di hidupkan lagi komputernya dan masuk ke mode BIOS. Hmmm…. berjam-jam tidak ada masalah. Komputer tetap nyala dan tidak terlihat masalah. ( Hmmm… berarti aman nih :) hehehe )

Dicoba lagi dengan memasang Hard Disk dan melakukan proses installasi awal. Dan…. lhadalah…penyakit yang lama langsung muncul kembali. Komputer tiba-tiba mati saat memasuki modus grafis. ( Waduh…. jangan-jangan mainboardnya yang error. Coz vga card yang dipakai adalah build in, alias vga bawaan. )

Sebetulnya solusi sudah didepan mata, yaitu ganti MainBoard alias MotherBoard. Atau kalau masih garansi mending di komplainkan saja MotherBoard tersebut. Pasti tok cer :) :) ; Akan tetapi MotherBoard yang aku tangani ini masa garansinya sudah habis 1 tahun yang lalu. alias sudah tidak garansi. Berarti tinggal 1 solusinya yaitu diganti alias direplace alias dilembiru dilempar & beli yang baru :D )

Teknisi atau tukang serpis yang lain mungkin sudah lebih dari cukup untuk memberikan solusi seperti diatas, dan memang umumnya begitu kalo sudah mentok. ( Lha wong memang MainBoardnya yang sudah uzur dan rusak en sudah tidak garansi lagi, mau diapakan lagi coba :) )

Lha kok tiba2 kepikiran untuk membersihkan MainBoard ( dicoba dibersihkan dulu. siapa tahu mungkin mainboardnya yang kotor atau banyak debu jadi vganya panas ).

OK langsung ambil obeng dan tang serta kawan2 nya untuk membredel MotherBoard dari Casingnya. Ga’ perlu waktu lama untuk mencopot mainboard ini dan kemudian langsung saja mobo tersebut dibersihkan dengan kuas, sambil sesekali ditiup dan dilihat-lihat komponennya.

MotherBoard dengan Kondensator Rusak

Kondensator yang mlentung

Lhadalah lha kok kondensator yang dekat processor mlentung seperti wudunen, aku lihat lagi dengan seksama barang kali ada kondensator yang lain yang bernasib sama; dan duga’anku tidak meleset.
Ada 3 kondensator lain yang bernasib sama yaitu mlent

ung. Jadi total kondensator yang rusak tersebut ada 4 buah.

Ok, setelah bernegosiasi dengan kawanku yang memperbaiki pertama akhirnya diambil kesepakatan untuk memperbaiki MainBoard ( mengganti kondensator yang mlentung ), akan tetapi tidak menjamin bahwa setelah penggantian komponen tersebut MotherBoard langsung sembuh, bisa saja ada masalah lain yang aku sendiri juga belum mengetahuinya.

Kondensator yang bermasalah kebetulan bertipe dan kapasitasnya sama yaitu elektrolit 1800mF / 6.3V. (1800 mikrofarad 6.3 volt )

Hari berikutnya aku hunting kondensator tersebut diwilayah Semarang tepatnya didaerah Mataram dan sekitarnya. Akan tetapi kondensator dengan tipe tersebut tidak ada dipasaran; Yang ada dan kebanyakan ada bertipe 2200mF/10V atau 2200mF/16V. ( Walah lha kok ora ono sing podo ). Kalo untuk mengganti komponen elektronika seperti amplifier atau televisi tentu tidak begitu bermasalah, ( “Lha iki komputer je mbak, daya naik turun sedikit saja bermasalah jeeee….”Begitu cerocosku pada mbake si penjaga toko” :( )

Penyisiran kedua kali ke seputar mataram dengan konsentrasi toko-toko elektronika lama akhirnya membuahkan hasil, disalah satu toko didaerah tersebut akhirnya aku mendapatkan kondensator dengan kapasitas yang sama, walaupun voltase lebih besar yaitu 1800mF/16V. “Tak apalah aku pikir, toh kapasitasnya sama”, Setelah bertanya harga akhirnya aku sepakati juga membeli 10 biji kondensator tersebut walaupun harganya melambung 3x lipat dari harga kondensator yang bertipe 2200mF/10V. “Wis ra opo-opo sing penting oleh”, pikirku.

Solder + Timah

Old Friend ( Welcome Back My Old Friend )

Sampai dirumah, langsung saja cari solder, timah dan kawan-kawannya untuk

segera mengoperasi mainboard bermasalah tersebut.
Perlu waktu yang lama juga untuk membredel ke 4 kondensator bermasalah tersebut. ( Coz sudah lama ga’ pegang solder en timah :D )

Solder + Timah

Kondensator Mlentung

Setelah dibersihkan sisa timah yang masih menempel pada MainBoard, dan pemasangan dari kondensator yang menurut aku lumayan susah; akhirnya selesai sudah pemasangan dari keempat kondensator baru tersebut.

Ok. langkah selanjutnya adalah

Seteleh Diganti

Kondensator Baru sudah terpasang

menguji coba dari mainboard yang sudah diperbaiki.

Pemasangan mainboard ke casing ga’ memakan waktu yang lama,kemudian pasang kartu jaringan serta periperal yang lain. ( ga’ lama, lha wong asal tempel kok :D

…………

Ok.

It’s Done. :)

Saatnya mengetes……….. 2 menit, 4 menit, 5 menit, 1/4 jam, 1/2 jam. Komputer tersebut tidak ada masalah sama sekali. Tetap hidup dan nyala seperti sedia kala.

Test Drive

Test Drive

Test Drive

On Windows Operating System

Alhamdulillah, akhirnya kelar juga.

Result akhir : Masalah matinya komputer saat akan memasuki modus grafis tersebut ternyata disebabkan oleh sudah tidak stabilnya kondensator yang ada di mainboard (mentung ).

Kondensator tersebut mengalami beban yang tinggi dan dalam waktu yang lama sehingga mengakibatkan berubahnya bentuk fisik dari kondensator ( yang awalnya bagian atas dari kondensator tersebut rata dan kemudian menjadi sedikit menonjol keluar, atau dalam bahasa jawanya Mlentung.

Kondisi yang demikian (mlentung) juga mengakibatkan pasokan listrik ke komponen yang lain terganggu dan tidak stabil ( unstable charge & discharge ), dan akibatnya sistem menshutdown atau memerintahkan komputer untuk mematikan dirinya sendiri agar kerusakan yang timbul tidak menjalar ke komponen-komponen yang lain.

:D

Yang penting akhirnya dah kelar, beres & happy ending :D
Alhamdulillah

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.