Alhamdulillah, setelah berkali-kali salah diagnosa akhirnya selesai juga satu masalah yang mungkin jarang aku temui; dan memang ini yang pertama aku temui semenjak menjadi tukang serpis komputer.

Komputer bermasalah ini adalah limpahan dari salah seorang teman yang sudah pusing bin mumet karena sudah berhari-hari menangani komputer ini akan tetapi belum menemukan solusinya. Dia bercerita kalo sudah melakukan proses installasi sistem operasi yang baru, akan tetapi ditengah jalan komputer tiba-tiba seperti kehilangan daya dan mati sendiri secara misterius.

Dia juga sudah mencoba mereparasi / merepair hard disk dengan salah satu tools andalannya, akan tetapi masalah tersebut juga masih muncul. Dan pada akhirnya sampailah juga komputer bermasalah ini ke tanganku.

Komputer yang bermasalah kali ini menggunakan motherboard yang sebetulnya sudah dikenal orang yaitu Abit dan berprocessor AMD.

Sebetulnya bukan masalah motherboard ataupun processor ini yang membuat masalah ini muncul, tapi lebih banyak karena faktor usia dan penggunaan yang terus menerus, sehingga beban kerja dari komputer yang bersangkutan sangat tinggi; dan akhirnya muncul kerusakan itu.

Diagnosa untuk yang pertama kali beberapa saat setelah komputer nyala, dan kemudian akan memasuki kedalam sistem operasi Microsoft windows ( masih dalam proses loading ); tiba-tiba komputer langsung padam. Kedua dan ketiga kali dicoba diulang proses ini akan tetapi tetap saja komputer tidak mau masuk kedalam sistem operasi yang bersangkutan.

Hmmmm… ( pasti operating sistemnya sudah error nih, kena pirus barang kali. ). Langsung saja ambil tindakan medis dengan menginstall dengan sistem operasi yang sama, akan tetapi belum selesai proses installasi tiba-tiba komputer mati sendiri ( sama seperti temanku bilang “Belum selesai diinstall, langsung komputernya mati” ).

Berarti bukan salah sistem operasi ataupun terkena pirus nih. pasti sebab yang lain. Result HardDisk Aman ( akan tetapi tetap harus diinstall ulang karena saat installasi sebelumnya belum selesai :( )

Diagnosa kedua Hmmmm…. ( barangkali PSU nya sudah error ). Coba diganti dengan PSU yang lain. Lha kok yo tetap sama saja. ga’ ada efeknya. ( Tetep komputernya mati ). Result : PSU aman. Pasang PSU yang lama lagi.. :)

Diagnosa ketiga.. kemungkinan processor-nya yang panas karena kipasnya tidak hidup. ( akan tetapi saat dicek ternyata kipas masih dalam kondisi normal ). Result : Kipas & Procc Aman

Dicoba dengan melepas semua device yang berhubungan dengan mainbord, spt harddisk, lan card, dan lain-lain; dan kemudian di hidupkan lagi komputernya dan masuk ke mode BIOS. Hmmm…. berjam-jam tidak ada masalah. Komputer tetap nyala dan tidak terlihat masalah. ( Hmmm… berarti aman nih :) hehehe )

Dicoba lagi dengan memasang Hard Disk dan melakukan proses installasi awal. Dan…. lhadalah…penyakit yang lama langsung muncul kembali. Komputer tiba-tiba mati saat memasuki modus grafis. ( Waduh…. jangan-jangan mainboardnya yang error. Coz vga card yang dipakai adalah build in, alias vga bawaan. )

Sebetulnya solusi sudah didepan mata, yaitu ganti MainBoard alias MotherBoard. Atau kalau masih garansi mending di komplainkan saja MotherBoard tersebut. Pasti tok cer :) :) ; Akan tetapi MotherBoard yang aku tangani ini masa garansinya sudah habis 1 tahun yang lalu. alias sudah tidak garansi. Berarti tinggal 1 solusinya yaitu diganti alias direplace alias dilembiru dilempar & beli yang baru :D )

Teknisi atau tukang serpis yang lain mungkin sudah lebih dari cukup untuk memberikan solusi seperti diatas, dan memang umumnya begitu kalo sudah mentok. ( Lha wong memang MainBoardnya yang sudah uzur dan rusak en sudah tidak garansi lagi, mau diapakan lagi coba :) )

Lha kok tiba2 kepikiran untuk membersihkan MainBoard ( dicoba dibersihkan dulu. siapa tahu mungkin mainboardnya yang kotor atau banyak debu jadi vganya panas ).

OK langsung ambil obeng dan tang serta kawan2 nya untuk membredel MotherBoard dari Casingnya. Ga’ perlu waktu lama untuk mencopot mainboard ini dan kemudian langsung saja mobo tersebut dibersihkan dengan kuas, sambil sesekali ditiup dan dilihat-lihat komponennya.

MotherBoard dengan Kondensator Rusak

Kondensator yang mlentung

Lhadalah lha kok kondensator yang dekat processor mlentung seperti wudunen, aku lihat lagi dengan seksama barang kali ada kondensator yang lain yang bernasib sama; dan duga’anku tidak meleset.
Ada 3 kondensator lain yang bernasib sama yaitu mlent

ung. Jadi total kondensator yang rusak tersebut ada 4 buah.

Ok, setelah bernegosiasi dengan kawanku yang memperbaiki pertama akhirnya diambil kesepakatan untuk memperbaiki MainBoard ( mengganti kondensator yang mlentung ), akan tetapi tidak menjamin bahwa setelah penggantian komponen tersebut MotherBoard langsung sembuh, bisa saja ada masalah lain yang aku sendiri juga belum mengetahuinya.

Kondensator yang bermasalah kebetulan bertipe dan kapasitasnya sama yaitu elektrolit 1800mF / 6.3V. (1800 mikrofarad 6.3 volt )

Hari berikutnya aku hunting kondensator tersebut diwilayah Semarang tepatnya didaerah Mataram dan sekitarnya. Akan tetapi kondensator dengan tipe tersebut tidak ada dipasaran; Yang ada dan kebanyakan ada bertipe 2200mF/10V atau 2200mF/16V. ( Walah lha kok ora ono sing podo ). Kalo untuk mengganti komponen elektronika seperti amplifier atau televisi tentu tidak begitu bermasalah, ( “Lha iki komputer je mbak, daya naik turun sedikit saja bermasalah jeeee….”Begitu cerocosku pada mbake si penjaga toko” :( )

Penyisiran kedua kali ke seputar mataram dengan konsentrasi toko-toko elektronika lama akhirnya membuahkan hasil, disalah satu toko didaerah tersebut akhirnya aku mendapatkan kondensator dengan kapasitas yang sama, walaupun voltase lebih besar yaitu 1800mF/16V. “Tak apalah aku pikir, toh kapasitasnya sama”, Setelah bertanya harga akhirnya aku sepakati juga membeli 10 biji kondensator tersebut walaupun harganya melambung 3x lipat dari harga kondensator yang bertipe 2200mF/10V. “Wis ra opo-opo sing penting oleh”, pikirku.

Solder + Timah

Old Friend ( Welcome Back My Old Friend )

Sampai dirumah, langsung saja cari solder, timah dan kawan-kawannya untuk

segera mengoperasi mainboard bermasalah tersebut.
Perlu waktu yang lama juga untuk membredel ke 4 kondensator bermasalah tersebut. ( Coz sudah lama ga’ pegang solder en timah :D )

Solder + Timah

Kondensator Mlentung

Setelah dibersihkan sisa timah yang masih menempel pada MainBoard, dan pemasangan dari kondensator yang menurut aku lumayan susah; akhirnya selesai sudah pemasangan dari keempat kondensator baru tersebut.

Ok. langkah selanjutnya adalah

Seteleh Diganti

Kondensator Baru sudah terpasang

menguji coba dari mainboard yang sudah diperbaiki.

Pemasangan mainboard ke casing ga’ memakan waktu yang lama,kemudian pasang kartu jaringan serta periperal yang lain. ( ga’ lama, lha wong asal tempel kok :D

…………

Ok.

It’s Done. :)

Saatnya mengetes……….. 2 menit, 4 menit, 5 menit, 1/4 jam, 1/2 jam. Komputer tersebut tidak ada masalah sama sekali. Tetap hidup dan nyala seperti sedia kala.

Test Drive

Test Drive

Test Drive

On Windows Operating System

Alhamdulillah, akhirnya kelar juga.

Result akhir : Masalah matinya komputer saat akan memasuki modus grafis tersebut ternyata disebabkan oleh sudah tidak stabilnya kondensator yang ada di mainboard (mentung ).

Kondensator tersebut mengalami beban yang tinggi dan dalam waktu yang lama sehingga mengakibatkan berubahnya bentuk fisik dari kondensator ( yang awalnya bagian atas dari kondensator tersebut rata dan kemudian menjadi sedikit menonjol keluar, atau dalam bahasa jawanya Mlentung.

Kondisi yang demikian (mlentung) juga mengakibatkan pasokan listrik ke komponen yang lain terganggu dan tidak stabil ( unstable charge & discharge ), dan akibatnya sistem menshutdown atau memerintahkan komputer untuk mematikan dirinya sendiri agar kerusakan yang timbul tidak menjalar ke komponen-komponen yang lain.

:D

Yang penting akhirnya dah kelar, beres & happy ending :D
Alhamdulillah

Tak kenal maka tak sayang.
Yah mungkin itu yang tepat untuk melukiskan tentangku mengenai pencarian akan music & video player yang cukup wah ini. Sudah cukup lama ternyata XBMC Media Center ini ada, akan tetapi yah itu tadi karena ga’ tahu akan keberadaannya saja maka software yang menurut aku cukup wah ini tidak aku gunakan. Kemarin-kemarin sih cukup dengan menggunakan Amarok, atau Banshee music player & Kaffeine & Totem untuk memainkan video player. Tapi setelah kenalan sama XBMC yang bisa memainkan kedua-duanya dan sesuai dengan kebutuhanku maka mulai beralih ke XBMC ini.
Bukan berarti player-player yang laen tidak bagus sih, menurutku semua player bagus asal sesuai dengan kebutuhkan masing-masing individu.

Masalah Install, Pake YaST2 saja biar gampang :)
opening

About XBMC Media Center :
XBMC – XBMC is a free Media Center

XBMC media center is a free cross-platform media-player jukebox and entertainment hub. XBMC is open source (GPL) software available for Linux, Mac OS X, Microsoft Windows operating-system, and the Xbox game-console. XBMC can play a very complete spectrum of of multimedia formats, and featuring playlist, audio visualizations, slideshow, and weather forecast functions, together with a multitude of third-party plugins. Originally developed as XBMP (XBox Media Player) for the first-generation Xbox game console in 2002, XBMC has eventually become a complete graphical user interface replacement for the original Xbox Dashboard, and it is currently also being ported to run natively under Linux, Mac OS X, and Microsoft Window operating-system. This, The XBMC Project is also known as “XBMC Media Center” or simply “XBMC”). ( sudah free, cross-platform lagih, cocok buangget. Linux bisa, MS pasti bisa , MAC ok juga……. sep lah :D )

Feature’s :
Supported file/container formats:

* Audio-CD (CDDA) playback for normal Audio CDs (including CD-TEXT support) #7
* SVCD and VCD (Video CD / CDXA) video, (SVCD/VCD menus are not supported yet)
* DVD-Video directly from Xbox DVD-ROM drive, Harddisk-drive or network
* MPEG, MPG, M2V formats (inc. VCD’s .dat and .bin and DVD’s .vob)
* MPEG-TS (TY/TS/DV) DVB transport stream format
* M2T/M2TS/MTS (Blu-ray and AVCHD video format) container #5
* M2TS (Blu-ray video format) container #5
* EVO (Enhanced VOB) HD DVD video format container #5
* MP4 (MPEG-4 video) container
* RIFF AVI (AVI 1.0) container
* OpenDML AVI (AVI 2.0) container #1
* BivX (AVI with several audio streams) container
* Microsoft ASF/ASX/WMV/WMA containers #5
* Microsoft DVR-MS (Windows Media Center) containers #1/#5
* QuickTime QT/MOV containers #5
* FLV and SWF (Adobe/Macromedia Flash Video) containers
* NUT multimedia container
* AVS (Audio Video Standard) audio/video containers
* Nullsoft Steaming Video (NSV) containers #1
* Nullsoft Steaming Audio (NSA) containers
* MPA, MP2, MP3 and WAV containers #5
* AAC, M4A, MP4 (MPEG-4 audio) audio containers #5
* RealMedia (Real Video/Audio) RM/RAM/RA/RV/RMVB containers #1
* OGG, OGA, OGM, and OGV containers
* Matroska (матрёшка) MKV containers #1
* VIVO (VIV) containers
* PVA containers
* NuppelVideo containers
* FLI and FLC containers
* Tracker Mods (18 formats supported) audio
* M3U, PLS, CUE, URL, and STRM audio/video playlist and bookmark support#1

Supported video codecs:

* MPEG-1 (VCD/MPG) and MPEG-2 (MPEG/SVCD/DVD/VOB/DV/TY) video
* MPEG-4 ASP (H.263): DivX (Pro), OpenDivX, XviD and Nero Digital ASP
* MPEG-4 AVC – Advanced Video Coding (H.264): Nero Digital AVC, x264, and DivX AVC video #1
* Microsoft’s Windows Media Video v7, v8 and v9 (MSMpeg4/WMV v1, v2, and v3)
* VC-1 (SMPTE 421M)
* RealVideo codecs: 1.0, 2.0 (RealPlayer G2), 3.0 (RealPlayer 8.x) and 4.0 (RealPlayer 9.x)
* QuickTime 5.0, 6.0, 6.3 video and audio codecs (QDMC / QDM2) #1
* 3ivx D4 / 3vi1 MPEG-4 video (inc. MSZH/ZLIB Compressed-Header containers) #1
* Sorenson v1/v3 (SVQ1/SVQ3) QuickTime video
* Apple Graphics (SMC) video
* Apple QuickDraw (qdrw) video decoder
* On2 Technologies VP3 (VP3.x), VP4 (VP4.x), VP5 (VP5.x), and VP6 (VP6.2)
* AVS (Audio Video Standard) video codec
* Intel Indeo 2 (Indeo2) and 3.1/3.2 (Indeo3) video decoder
* NuppelVideo (NUV)
* VIVO 1.0 and 2.0 (VIV)
* Fraps FPS1 video decoder
* Snow video decoder
* DV50 (DVCPRO50) video decoder, and DV100 (DVCPRO HD) video decoder
* ITU H.261 video
* Creative Labs YUV (CYUV) video
* Supermac Cinepak (CVID) video
* ASUS V1 (ASV1) and ASUS V2 (ASV2) video
* Smacker video decoder
* Motion Pixels video decoder
* BFI video decoder
* AMV video decoder
* Interplay C93 video decoder
* Zip Blocks Motion Video decoder
* Duck TrueMotion 2 video decoder
* Delphine Software .cin video decoder
* Bethsoft VID video decoder
* QPEG video decoder
* Miro VideoXL (VIXL) video decoder
* Winnov WNV1 video decoder
* LOCO video decoder
* TechSmith Camtasia (TSCC) video decoder
* IBM Ultimotion (ULTI) video decoder
* Autodesk Animator Studio Codec (AASC) video decoder
* Autodesk FLI and FLC Animation

Supported audio codecs:
opening
* CDDA (Audio-CD) playback
* WAV/WAVE (WAVEform) and PCM audio format
* AIFF (Audio Interchange File Format) audio
* MPEG layer I, II, and III (inluding MP2 and MP3) audio #5
* OGG (Ogg Vorbis audio codec)
* WMA – Windows Media Audio v1 and v2 (WMA1 / WMA2 / DivX Audio v1/v2) #5
* WMA – Windows Media Audio 9 (WMA9) #5
* WMA Pro Audio Codec (Windows Media Audio 9 Professional)#5
* RealNetworks RealAudio codecs: 1.0 (14.4), 2.0 (28.8), SIPRO, COOK, COOKER, DNET and ATRAC3
* AC3 2.0 or 5.1 and Dolby Digital EX 6.1 or 7.1 audio in video (AC3 digital cable S/PDIF pass-through)
* Dolby Digital AC3 and AC3-WAV/AC3-CDDA 2.0 and 5.1 audio in video software decoded to stereo analog-out
* Dolby Digital Plus (a.k.a. E-AC3), and Dolby TrueHD 7.1 audio software decoder
* Dolby Digital Plus (a.k.a. E-AC3), and Dolby TrueHD 7.1 audio in Blu-ray rips via digital cable S/PDIF pass-through
* DTS (Digital Theater System) 5.1 and DTS-ES 6.1 audio in DVD-Video (DTS digital cable S/PDIF pass-through)
* DTS (DTS and DTS-WAV/DTS-CDDA) audio in DVD-Video (software decoded)
* AAC (Advanced Audio Coding) profiles: Main, LC, HE, LTP, LD, ER, and aacPlus v1/v2 (AAC+ SBR/PS) audio #5
* M4A and MP4 (MPEG-4 Audio) (including Nero Digital MP4) #5
* PureVoice (QCELP) audio decoder
* AVS (Audio Video Standard) audio codec
* FLAC (Free Lossless Audio Codec) audio
* WavPack lossless audio
* MPC (Musepack, a.k.a. Mpeg+) lossless audio #6
* APE (Monkey’s Audio) lossless audio
* SHN (Shorten) lossless audio
* ALAC (Apple Lossless Audio Codec) lossless audio #6
* MLP (Meridian Lossless Packing) / Packed PCM (PPCM) audio decoder
* AMV audio decoder
* Sonic audio decoder
* AIFF/AIFF-C audio dcoder
* Macromedia ADPCM decoder
* Creative ADPCM audio decoder (16 bits as well as 8 bits schemes)
* Nellymoser ASAO decoder
* True Audio (TTA) decoder
* TrueSpeech audio decoder
* Intel Music decoder
* QDM2 audio decoder
* Delphine Software .cin audio decoder
* 8SVX audio decoder
* MIDI music using Timidity
* Tracker Mod’s audio, see list below:
o Adlib (AdLib and Sound Blaster OPL2/OPL3 and Dual OPL2/OPL3) FM audio
o SID (Commodore 64 tunes) audio
o YM (ATARI ST) audio
o NSF (Nintendo NES Sound Format) audio
o SPC (SPC700) audio
o GYM (SEGA Genesis) audio
o ADX/AST/ADP/DSP/YMF/HPS CRI MiddleWare and Gamecube ADPCM) audio
o MOD/AMF/669/DMF/DSM/FAR/GDM/IMF/IT/M15/MED/OKT/S3M/STM/SFX/ULT/UNI/XM
* vgmstream playback of 51 more streamed audio formats used in video games:
o aax, asd, asr, ass, bgw, bh2pcm, capdsp, ccc, dcs, de2, emff, fag, gbts, gca, gsb, idsp, idvi, isd, joe, kraw, mihb, msvp, mwv, omu, p2bt, pdt, rnd, rwar, rwav, sap, seg, smp, spd, spsd, spw, ss7, ssm, thp, vgs, vs, waa, wac, wad, wam, xa2, xmu, xsf, xvas, ydsp, ymf, zwdsp

Supported picture/image formats:

* CBR/CBZ comic books (RAR/ZIP archives renamed)
* BMP picture/image
* JPG/JPEG picture/image
* GIF picture/image
* ICO picture/image
* PCX picture/image
* PNG picture/image
* RAW picture/image
* TIF/TIFF picture/image
* TGA picture/image

dstt…. panjang banget. Detail nyah disini , Feature

Tulisan Sebelumnya »

Kategori